Tinggalkan komentar

KISAH KEJUJURAN SEORANG SAUDAGAR PERMATA

Pada suatu hari, seorang saudagar perhiasan di zaman Tabiin bernama Yunus bin Ubaid, menyuruh saudaranya menjaga kedainya kerana ia akan keluar solat. Ketika itu datanglah seorang badwi yang hendak membeli perhiasan di kedai itu. Maka terjadilah jual beli di antara badwi itu dan penjaga kedai yang diamanahkan tuannya tadi.

Satu barang perhiasan permata yang hendak dibeli harganya empat ratus dirham. Saudara kepada Yunus menunjukkan suatu barang yang sebetulnya harga dua ratus dirham. Barang tersebut dibeli oleh badwi tadi tanpa diminta mengurangkan harganya tadi. Ditengah jalan, dia terserempak dengan Yunus bin Ubaid. Yunus bin Ubaid lalu bertanya kepada si badwi yang membawa barang perhiasan yang dibeli dari kedainya tadi. Sememangnya dia mengenali barang tersebut adalah dari kedainya. Saudagar Yunus bertanya kepada badwi itu, “Berapakah harga barang ini kamu beli?”

 

Badwi itu menjawab, “Empat ratus dirham.”

“Tetapi harga sebenarnya cuma dua ratus dirham sahaja. Mari ke kedai saya supaya saya dapat kembalikan wang selebihnya kepada saudara.” Kata saudagar Yunus lagi.

“Biarlah, ia tidak perlu. Aku telah merasa senang dan beruntung dengan harga yang empat ratus dirham itu, sebab di kampungku harga barang ini paling murah lima ratus dirham.”

Tetapi saudagar Yunus itu tidak mahu melepaskan badwi itu pergi. Didesaknya juga agar badwi tersebut balik ke kedainya dan bila tiba dikembalikan wang baki kepada badwi itu. Setelah badwi itu beredar, berkatalah saudagar Yunus kepada saudaranya, “Apakah kamu tidak merasa malu dan takut kepada Allah atas perbuatanmu menjual barang tadi dengan dua kali ganda?” Marah saudagar Yunus lagi.

 

“Tetapi dia sendiri yang mahu membelinya dengan harga empat ratus dirham.” Saudaranya cuba mempertahankan bahawa dia dipihak yang benar.

Kata saudagar Yunus lagi, “Ya, tetapi di atas belakang kita terpikul satu amanah untuk memperlakukan saudara kita seperti memperlakukan terhadap diri kita sendiri.”

Jika kisah ini dapat dijadikan tauladan bagi peniaga-peniaga kita yang beriman, amatlah tepat. Kerana ini menunjukkan peribadi seorang peniaga yang jujur dan amanah di jalan mencari rezeki yang halal. Jika semuanya berjalan dengan aman dan tenteram kerana tidak ada penipuan dalam perniagaan.

 

Dalam hal ini Rasulullah S.A.W bersabda, “Sesungguhnya Allah itu penetap harga, yang menahan, yang melepas dan memberi rezeki dan sesungguhnya aku harap bertemu Allah di dalam keadaan tidak seorang pun dari kamu menuntut aku lantaran menzalimi di jiwa atau diharga.” (Diriwayat lima imam kecuali imam Nasa’i)

Tinggalkan komentar

Trik Mengaktifkan Registry Editor

Mungkin computer Anda pernah terjangkit virus brontok. Salah satu aktivitasnya adalah

men-disable registry, sehingga registry editor tidak bisa dibuka.

1. Untuk mengaktifkannya sangat mudah. Bersihkan terlebih dahulu virus dari

computer, lalu ketik perintah berikut di notepad.

2. Simpan dengan akstensi .vbs (contoh kali ini, saya simpan dengan nama

aktifkan_registry.vbs).

3. Jika berhasil, jalankan file tersebut.

4. Klik Yes, jika ingin mengaktifkan kembali registry editor.

Tinggalkan komentar

Trik_Mengembalikan File yang Terkena Virus

File terkena virus pasti sangat menyebalkan. Bagi yang baru belajar computer, tentu saja

akan membuatnya sangat panik. Sebenarnya, virus hanya menyembunyikan file asli kita,

tidak menghapusnya. File yang ditampilkan merupakan hasil duplikasi yang dibuat oleh

virus dengan ekstensi yang telah diubah olehnya, sedangkan file asli diubah atributnya

menjadi file system sehingga menjadi super hidden. Meskipun diubah pada folder option

dengan mengaktifkan show hidden file and folder, tetapi tetap saja tidak kelihatan.

Untuk melihatnya, lakukan cara berikut:

1. Buka window explorer.

2. Klik menu tools > folder option.

3. Klik tab View. Hilangkan ceklis Hide protected system files (Recommended).

4. Dari peringatan yang muncul, klik Yes.

5. Klik OK.

6. Seluruh file dan folder yang disembunyikan virus akan terlihat samar.

Kita dapat menormalkan kembali semua file dan folder yang disembunyikan oleh virus.

Untuk mengembalikan file tersebut, caranya:

Hapus virus dengan antivirus yang ada, misalnya: AVG.

7. Setelah virus terhapus, buka command prompt dengan menekan tombol window+R,

lalu ketik cmd. Kemudian ENTER.

8. Masuk ke folder yang filenya terkena virus. Pada contoh ini, file berada di folder

data, drive D. Ketika command prompt muncul, ketik D: lalu enter, kemudian ketik

cd data lalu enter untuk masuk ke folder data.

9. Ketik perintah ATTRIB *.* -s –h –r /s /d lalu enter. Keterangan masing-masing

perintah, bis ditemukan dengan mengetik ATTRIB /? lalu enter.

10. Semua file dan folder yang disembunyikan akan normal kembali dan dapat kita buka.

Jadi, jangan panic jika file atau folder terkena virus. Dengan langkah yang diberikan di

atas, file atau folder yang disembunyikan virus tetap bisa kita dapatkan kembali.

Trik ini hanya salah satu cara untuk mengembalikan file atau folder yang terkena virus.

Jika folder option juga dihilangkan, ada cara lain bisa kita tempuh, caranya pun tentu saja

berbeda.

Tinggalkan komentar

Trik_Mempercepat Windows XP

Kalau computer cepat, kadang tidak terasa. Sebaliknya, kalau lambat, akan sangat terasa,

bahkan sangat menjengkelkan. Banyak cara untuk menambah kecepatan system operasi.

Salah satunya adalah dengan menonaktifkan fasilitas yang tidak diperlukan.

Masalahnya, banyak aplikasi atau service yang berjalan secara otomatis, sehingga kita

tidak tahu atau sulit membedakannya, mana yang penting dan mana yang tidak.

Kita membutuhkan sebuah aplikasi untuk membantu memilih mana saja aplikasi atau

service yang tidak kita perlukan saat menjalankan system operasi. Salah satunya adalah

Safe XP.

Meskipun aplikasi ini gratis, tetapi menawarkan banyak pilihan tweak untuk XP, Internet

Explorer, dan MS Office dalam satu jendela (interface) program. Menggunakannya pun

sangat mudah. Kalau masih bingung, klik saja tombol Recommended Setting. Secara

otomatis akan mencentang service yang tidak perlu.

Klik Apply.

Anda bisa menceklis service lain yang menurut Anda tidak perlu.

Mudah bukan? Silakan download di sini untuk mencobanya.

Tinggalkan komentar

Contoh Proposal Skripsi

Etika Politik Dalam Kepemimpinan Umar Ibn Khathab

 

  1. A.      Latar Belakang Masalah

Manusia sebagai mahluk sosial membutuhkan pengetahuan dan perangkat hidup bersama secara jelas dalam mewujudkan suatu kehidupan yang dapat dihayati sebagai suatu yang wajar dan menjadi kebutuhan. Sesuai dengan penilaiannya, manusia dapat menentukan sikapnya untuk mengakui bahwa menolaknya. Oleh karena itu dalam menentukan sikapnya manusia harus memiliki etika yang secara umum mempertanyakan prinsip-prinsip dasar yang berlaku bagi segenap tindakan manusia.

Dalam kehidupan modern, persoalan etika dan moral sering menjadi perbincangan publik. Tinjauan filsafat tentang makna dan definisi filsafat etika dan moral sangat beragam. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa penggunaan “etika” dan “moral” selalu menerangkan perbandingan antara nilai baik dan buruk, yang berlaku bagi semua bidang kehidupan manusia.

Sedangkan secara politis manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara jelas membutuhkan batasan-batasan bagi mereka yang memperoleh kepercayaan untuk mengatur kehidupan bernegara. Dengan demikian, etika politik sering dimaknai sebagai mempertanyakan tanggung jawab dan kewajiban manusia sebagai manusia dan bukan sekedar sebagai warga negara terhadap negaranya. (Suseno, 2001:8).

Kedatangan Nabi Muhammad SAW selain mendapat tantangan juga mendapat pandangan positif dari masyarakat Arab, sejak beliau melakukan migrasi dari Makkah ke Madinah.beliau mulai mendapat tempat di hati masyarakat, sehingga agama Islam dapat berkembang dengan pesat dan berhasil membangun suatu masyarakat utama.

Jika pada masa Nabi, perkembangan Islam yamg begitu pesat hanya berada di Jazirah Arab saja, setelah wafatnya Nabi, wilayah kekuasaan Islam mengalami perluasaan secara signifikan baik Persia di sebelah Timur maupun Mesir di sebelah Barat. Hal tersebut juga didorong oleh adanya kekosongan kepemimpinan pasca pemerintahan Nabi serta keperluan adanya kekuasaan di daerah-daerah taklukan. Maka pada masa al-Khulafa al-Rasyidun merupakan awal bangkitnya pemerintahan Islam, tetapi lambat laun karena pemahaman yang berbeda tentang tatanan pemerintahan yang hendak dibangun sehingga pusat pemerintahan berpindah dari satu kota ke kota lain.

Pola dasar pemahaman pada masa Nabi dan al-Khulafa al-Rasyidun memberikan tatanan politik tersendiri yang meyakini asfek kehidupan saecara langsung terkait dengan nilai dasar tauhid. Nabi sendiri pada saat itu berfungsi selaku pemimpin agama dan pemimpin politik karena dalam pandangan tauhid tidak ada pemisahan agama dan politik. Penataan masyarakat pada masa Nabi banyak diilhami oleh ajaran-ajaran agama dan bimbingan sang Khaliq, selain itu juga sifat-sifat yang tertanam dalam diri nabi juga terwarisi kepada sahabat-sahabatnya yang lebih dikenal dengan al-Khulafa al-Rasyidun.

Pada hari-hari terakhir hidupnya, khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq sibuk betanya pada banyak orang bagaimana pendapatmu tentang Umar? Hampir semua orang menyebut Umar adalah seorang yang keras, namun jiwanya sangat baik. Setelah itu, Abu Bakar meminta Usman bin Affan untuk menuliskan surat wasiat bahwa penggantinya kelak adalah Umar. Tampaknya Abu Bakar khawatir jika umat Islam akan berselisih pendapat bila tidak menuliskan wasiat tersebut.

Bicara soal keadilan, secara jelas sangat tercermin pada kepemimpinan Umar bin Khatab. Hal ini terbukti ketika putra Amr bin Ash (Gubernur Mesir) berpacu dengan penduduk setempat, lalu mereka berselisih dalam menentukan pemenangnya, putra Amr bin Ash marah dan memukul orang Mesir tadi seraya berkata: “Aku ini putra dua orang yang mulia”. Mendapat perlakuan seperti itu orang Mesir tersebut mengadu kepada khalifah Umar bin Khathab. Dengan nada garang Umar memanggil Gubernur dan anaknya, lalu menyuruh orang Mesir memukul Gubernur Amr bin Ash, dengan demikian putranya tidak berani lagi sewenag-wenang. Sejak kapan kamu memperbudak manusia padahal mereka dilahirkan ibunya dalam keadaan bebas merdeka, bentak Umar kepada Amr (Qardhawy, 1999 :  55).

Umar melihat seekor keledai kepayahan membawa batu bata, lalu beliau menurunkan dua buah batu bata dari keledai itu. Datang wanita pemilik keledai mengatakan kepada Umar: “wahai Umar, apa urusanmu dengan keledai saya? Apakah kamu punya wewenang atasnya?” Umar menjawab: Apa yang menghalalngi saya dalam persoalan ini? Maksudnya tanggung jawab Umar mencakup hewan dan manusia (Qardhawy, 1999 :  55).

Begitu pula pemihakan para pejabat dalam menangani muamalah untuk mendapatkan sesuatu darinya, seperti dalam transaksi jual-beli, sewa-menyewa, kerja bagi hasil, perjanjian untuk mengolah lahan untuk dibagi hasilnya, atau bentuk transaksi lain termasuk merupakan hadiah yang tidak dibolehkan syara’. Oleh karena itulah jauh-jauh hari Umar Ibn Khathab r.a. telah membagi sama rata bagian untuk para stafnya yang mempunyai kredibilitas agama, memiliki sifat yang mulia dan tidak berkhianat. Kebijaksanaan yang diambil Umar dengan memberi mereka bagian sama rata semata-mata didasarkan kondisi pada masa itu, sebab mereka yang telah ditunjuknya adalah pejabat dengan mengemban tugas secara khusus yang pantas bagi suatu posisi, ketimbang alasan memihak atau berat sebelah pada suatu kelompok atau karena sebab lain. (Ibnu Taimiyah).

Cerminan khalifah Umar bin Khathab dalam menjalankan fungsinya sebagai pimpinan negara memang tidak lepas dari pengaruh ajaran agama dan sirah nabi dalam membangun tatanan masyarakat yang sesuai dengan syariat Islam dan prinsip umum bernegara, serta etika yang dilaksanakannya baik kepada rakyatnya maupun kepada negara-negara lain.

Dengan demikian penulis tertarik untuk membahas tema ETIKA POLITIK DALAM KEPEMIMPINAN UMAR IBN KHATHAB sebagai judul skripsi mengingat banyak nilai-nilai etika politik yang di bangun oleh khalifah Umar ibn Khathab. Ia telah mewarisi nilai-nilai berharga yang menjadi modal utama menata sebuah masyarakat dari kondisi anarkhis, tidak beradab menjadi masyarakat yang manusiawi dan sejahtera. Oleh karena itu, hal ini menjadi rujukan dalam menata masyarakat modern saat ini, mengingat banyak sistem pemerintahan yang tidak memiliki bingkai etika politik yang jelas.

 

  1. B.       Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang terdapat dalam latar belakang, penulis bermaksud membatasi ruang lingkup masalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan penelitian antara lain:

  1. Apa yang dimaksud dengan etika politik?
  2. Bagaimana kepemimpinan Umar Ibn Khathab dalam membangun etika politik?
  3. Apa saja nilai-nilai etika politik Umar Ibn Khathab yang relevan untuk saat ini?

 

  1. C.      Tujuan dan Kegunaan Penelitian
    1. Untuk mengetahui dan memperoleh pemahaman tentang etika politik dan pilar-pilar pendukungnya.
    2. Untuk mengetahui etika politik yang dibangun Khalifah Umar Ibn Khathab dalam menjalankan pemerintahannya.
    3. Untuk mengetahui nilai-nilai etika politik Umar Ibn Khathab yang relevan untuk saat ini?

Sedangkan secara umum, penelitian ini di samping bertujuan guna memenuhi ‘hasrat’ akademik sebagai syarat wajib lulus S1 juga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi upaya pembangunan dan pengembangan pengetahuan, terutama dalam bidang kajian  politik Islam.

Penulis juga berharap semoga penelitian ini  meski tak cukup representatif bisa turut memperkaya khazanah keilmuan.

 

  1. D.      Kerangka Pemikiran

Banyak orang yang membicarakan etika, seolah etika menjadi hal yang semestinya dilakukan oleh siapapun baik sebagai individu, kelompok maupun masyarakat secara luas. Etika seakan menjadi sesuatu yang harus dilakukan oleh siapapun.

Istilah etika berasal dari Yunani kuno. Kata ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap dan cara berfikir. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah adat kebiasaan. Dan arti yang terakhir inilah yang menjadi bentuk etika yang oleh filosof Yunani besar Aristoteles (384 SM – 322 SM) sudah dipakai untuk menunjukan moral. (Bartens, 1993:4).

Kata yang cukup dekat dengan etika etika adalah  moral, kata terakhir ini dari bahasa latin Mos (jamak: mores) yang berarti juga: kebiasaan, adat. Jadi etimologi kata etika sama dengan etimologi kata moral, karena keduanya berasal dari kata yang berarti adat kebiasaan. Hanya bahasa asalnya berbeda, yang pertama berasal dari bahasa Yunani, sedangkan yang kedua berasal dari bahasa Latin. (Bartens, 1993:4).

Jhon P. Noman S. J. dalam bukunya General and Special Ethics “ Ethics is the science of the morality of human acts.” Kata etika sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari moralitas dari perbuatan manusia. Bahwa ethics disebut juga “moral philosophy” atau “philosopia moralis”. Sedangkan disebut morality adalah apa yang baik atau apa yang buruk, benar atau salah dengan menggunakan ukuran norma atau nilai (Widjaja, 1997:8). Etika merupakan cabang dari filsafat. Etika mencari kebenaran dan sebagai filsafat ia mencari keterangan kebenaran sedalam-dalamnya. Sebagai tugas tertentu bagi etika, ia mencari ukuran baik buruknya bagi tingkah laku manusia. Etika hendak mencari tindakan manusia yang baik.

Sedangkan etika Islam adalah tingkah laku manusia yang diwujudkan dalam bentuk perbuatan, ucapan dan pikiran yang sifatnya membangun, tidak merusak lingkungan dan tidak pula merusak tatanan sosial budaya serta tidak pula bertentangan dengan ajaran Islam, namun berlandaskan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah (Yatim Abdullah, 2006: 319). Dasar etika Islam itu sendiri bersifat membimbing, memandu, mengarahkan dan membiasakan masysrakat hidup sesuai dengan norma sopan santun yang berlaku dalam masyarakat. Etika Islam menggambarkan keadaan orang berpedoman untuk membimbing manusia agar berjalan dengan baikberdasarkan pada nilai-nilai yang berkembang di masyarakat dan mengacu pada sesuatu yang dipandang baik oleh masyarakat.

Menurut Miriam Budiardjo dalam bukunya Dasar-Dasar Ilmu Politik, politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan menjalankan tujuan-tujuan itu. (Miriam Budiardjo, 2000:8).

Dalam Islam, politik itu dikenal dengan istilah “siyasah atau siyasat” yang mengandung arti mengatur, mengurus atau membuat kebijaksanaan dalam literatur Islam. Sebagaimana dikemukakan Ibnu Al-Qayyim yang dinukilnya dari Ibnu Aqil, siyasat  adalah setiap langkah perbuatan yang membawa manusia dekat kepada kemashlahatan dan terhindar dari kerusakan, walaupun Rasul tidak menetapkannya dan Allah tidak mewahyukannya. Sedangkan Khallaf mendefinisikan sebagai pengolahan masalah-masalah umum bagi negara Islam yang menjamin terealisasinya kemaslahatan dan terhindar dari kemadharatan dengan tidak melanggar ketentuan syariat yang umum. Jadi, siyasah adalah membuat kebijaksanaan untuk kemaslahatan umat yang tidak bertentangan dengan substansi ajaran dasar dan pokok syariat Islam (Suyuti Pulungan, 1994:8).

Siyasah diambil dari kata سياسة يسوس ساس  yang bermakna mengatur, mengendalikan, mengurus atau membuat keputusan. Sedangkan menurut terminologi, sebagaimana dikutip oleh A. Djazuli (2003: 41) dari pendapat Ahmad Fathi Bahantsi, bahwa siyasah adalah:

تدبيرمصالح العباد على وفق الشرع

“ pengurusan kemaslahatan umat manusia sesuai dengan syara”

Menurut ajaran Khomeini, dalam dimensi “moral dan politik”, penegakkan tatanan politik yang diatur oleh norma-norma Islam bukanlah tujuan itu sendiri, melainkan jalan untuk berbuat baik melalui penciptaan lingkungan sosial yang mendorong praktek spiritual melalui penerapan peraturan Tuhan.

 

  1. E.       Langkah-Langkah Penelitian

Untuk mencapai tujuan penelitian  tersebut diperlukan langkah-langkah sistematis sebagai berikut:

  1. Metode Penelitian

Dalam penulisan penelitian ini penulis menggunakan metode library reseach (studi kepustakaan), yaitu suatu metode pengumpulan data dengan melakukan penelaahan terhadap sumber-sumber penelitian, baik berupa buku, makalah-makalah, paper, artikel, ‘bunga rampai’ pemikiran (antologi), atau karya-karya intelektual lainnya dalam berbagai bentuk yang ada sangkut pautnya dengan obyek penelitian ini.

  1. Sumber Data

Mengenai sumber-sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, penulis membaginya menjadi dua bagian, yaitu:

  1. Sumber data primer, yaitu sumber data utama penelitian. Dalam hal ini, yang dijadikan rujukan utama adalah literatur mengenai perkataan dan tindakan Umar Ibn Khathab mengenai kepemimpinannya dalam menjalankan pemerintahan yang dilakukan dengan etika politik pada waktu itu.
  2. Sumber data sekunder, yaitu sumber data penunjang, baik berupa buku, makalah, paper atau karya-karya intelektual lainnya dalam berbagai bentuk yang ada sangkut pautnya dengan obyek penelitian ini

 

  1. Tekhnik Pengumpulan Data

Penelitian ini merupakan penelitian perpustakaan (library research) yang menggunakan teknik book survey (survey pustaka), yaitu suatu metode pengumpulan data dengan melakukan penelaahan terhadap sumber-sumber penelitian, baik berupa buku, -terutama sumber primer- makalah-makalah, paper, artikel, ‘bunga rampai’ pemikiran (antologi), atau karya-karya intelektual lainnya dalam berbagai bentuk yang ada sangkut pautnya dengan obyek penelitian di atas.

4.   Analisis Data

Selanjutnya, setelah data-data penelitian itu terkumpul, penulis mengklasifikasikannya sesuai urutan tema dan kaitannya dengan topik penelitian. Setelah itu, barulah kemudian penulis menganalisisnya dengan menggunakan metode serta teknik penelitian yang telah disebutkan di atas.

Dalam hal ini langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Inventarisasi data, yaitu proses mengumpulkan data.
  2. Identifikasi data, yaitu penelitian terhadap data yang telah terkumpul.
  3. Unitisasi, yaitu data-data yang ada diklasifikasikan berdasarkan kerangka pemikiran yang ada.
  4. Kategorisasi data, yaitu penyusunannya berdasarkan urutan masalah dan tujuan penelitian.
  5. Interprestasi data, yaitu menempatkan berbagai data tersebut ke dalam bagian teori yang ada.
  6. Membuat kesimpulan.
Tinggalkan komentar

Khutbah Ke II Idul Fitri

الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر. الحمد لله الذى اعاد الأعياد وكرر، واجاز الصائمين الثواب وكامل الأجر الموفر، احمده سبحانه ان خلق وصور، واشهد ان لااله الاالله وحده لاشريك له شهادة يثقل بها الميزان فى المحشر، واشهد أن محمدا المبعوث الى الأسود والأحمر، اللهم فصل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه الفائزين بالشرف الأفخر (أما بعد).

فيا ايها الناس اتقوا الله فيما امر، وانتهوا عما نهى الله عنه وحذر، واعلموا ان الله امركم بأمر بدأ فيه بنفسه، وثنى بملائكة قدسه، فقال تعالى إن الله وملائكته يصلون على النبي ياآيها الذين أمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما، اللهم صل وسلم على سيدنا محمد حبيبك خير الخلق صاحب الوجه الانور، وارض اللهم عن اصحابه ابى بكر وعمر وعثمان وعلي وعن سائر اصحاب نبيك اجمعين. اللهم اعز الإسلام والمسلمين، واصلح جميع ولاة المسلمين، واهلك الكفرة والرافضة والمبتدعة والمشركين ودمر اعداء الدين، واعل كلمتك الى يوم الدين. اللهم أكرمنا ولاتهنا واعطنا ولاتحرمنا وزدنا ولاتنقصنا وآثرنا ولاتؤثر علينا وارض عنا وأرضنا. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات انك مجيب الدعوات. ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. وتقبل الله منا ومنكم كل عام وانتم بخير.

الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد.

تقبل الله صيامنا وميامكم وقيامنا وقيامكم وانتم في كل عام بخير

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tinggalkan komentar

Teks Khutbah Idul Fitri

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر ، الله اكبر كلما هل هلال وابدر ، الله اكبر كلما صام صائم وافطر ، الله اكبر كلما تراكم سحاب وامطر ، وكلما نبت نبات وازهر ، وكلما اورق عود واثمر ، وكلما اطعم القانع المعتر ، الله اكبر الله اكبر الله اكبر لااله الا الله والله اكبر ولله الحمد.

الحمد لله الذى سهل للعباد طريق العبادة ويسر ، ووفاهم اجور اعمالهم من خزائن جوده التى لاتحصر ، وجعل لهم يوم عيد يعود عليهم فى كل سنة ويتكرر ، وتابع بين الاوقات لكى تشيد بانواع العبادة وتعمر ، فما مضى شهر الصيام الا واعقبه باشهر الحج الى بيته العتيق المطهر ، احمده سبحانه وهو المستحق لان يحمد ويشكر ، واشكره على نعم لاتعد ولاتحصر. واشهد ان لااله الاالله وحده لاشريك له الملك العظيم الأكبر ، واشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله الشافع فى المحشر ، نبي ماطلعت الشمس على اجمل منه وجها ولاانور ، واعطاه سيادة بنى ادم الاسود والأحمر ، نبي غفر الله له ماتقدم من ذنبه وما تأخر ، اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه الذين اذهب عنهم الرجس وطهر ، الله اكبر ( اما بعد ). فيا ابن ادم تأمل بفكرك وتبصر، واستمع ما يتلى عليك من المواعظ وتدبر، ولاتتبع الهوى فيضلك عن سبيل الله وتخسر، الى كم بمسالة الايام تغتر، كيف بك حين يهال عليك التراب وتقبر، كيف اذا اوتيت كتابك من الجانب الايسر، كيف بك اذا كان السجن النار والحاكم الجبار والزبانية تنتظر مابه فيك تؤمر.

الله اكبر فتوبوا الى الله جميعا ايها المؤمنون فقد جاءكم من الانباء مافيه مزدجر، واعلموا أن هذا يوم عظيم يتجلى الله فيه، يوم سماه الله يوم الجوائز، وجعله لحصاد مايزرع فى رمضان من الخير، فأوصيكم عباد الله بالتقوى فالتقوى بضاعة المؤمن التى لاتخسر، ومن اعظمها المحافظة على واجبات الإسلام.

الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد.

Hadirin muslimin muslimat yang berbahagia!

Seiring dengan terbenamnya matahari hari kemarin, maka bergemalah takbir, tahlil, tahmid dan tasbih. Mengiringi perginya bulan yang sarat dengan rahmat dan magfirah Allah, yaitu bulan ramadhan, yang pada bulan itu pahala amal ibadah dilipat gandakan, dan pada bulan itu terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, dan juga pada bulan ramadhanlah pertama kalinya al-Qur’an di terima oleh Rasul.

Bulan ramadhan telah berlalu, entah sebagai saksi yang meringankan kita atau justru menjadi saksi yang memberatkan kita. Ramadhan berlalu dan akan menjadi pemberi syafaat bagi orang yang berpuasa dan shalat malam dengan baik, karena dorongan iman dan mencari keridhoan Allah semata, sehingga dosa-dosanya yang lampau diampuni. Tapi bulan ramadhan juga akan menjadi saksi bagi orang-orang yang berpuasa dan shalat malam tidak dengan cara yang baik, sehingga dari puasanya itu mereka hanya mendapatkan lapar dan dahaga, hanya mendapatkan letih dan kantuk dari shalat malamnya. Dan ramadhan pun akan menjadi saksi bagi orang-orang yang tidak berpuasa dan tidak pula shalat malam.

Bulan ramadhan telah berlalu dan akan menjadi saksi bagi pahala kita atau bagi dosa kita. Tentu saja kita semua berharap agar ramadhan menjadi saksi bagi pahala kita, seperti halnya al-Qur’an yang sama-sama akan memintakan syafaat bagi kita. Rasulallah SAW barsabda :

الصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة يقول الصيام أى رب منعته الطعام والشهوات بالنهار فشفعني فيه ويقول القرآن منعته النوم بالليل فشفعني فيه قال فيشفعان

 ( رواه أحمد )

“Puasa dan al-Qur’an akan memberi syafaat bagi hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Ya Rabbi, aku mencegahnya makan dan syahwat, maka berilah aku syafaat karenanya. Al-Qur’an berkata,’aku mencegahnya tidur pada malam hari, maka berilah aku syafaat karenanya’. Rasul bersabda,’maka keduanya diberi syafaat’.”

Kita berharap kepada Allah agar al-Qur’an dan puasa memintakan syafaat bagi kita pada hari kiamat kelak.

الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد.

Hadirin muslimin muslimat yang berbahagia!

Diantara manusia ada yang menghadap Allah hanya pada bulan Ramadhan saja. Sehingga jika bulan Ramadhan berakhir, maka berakhir pula hubungannya dengan Allah. Dia memotong tali yang menghubungkannya dengan Allah. Di luar Amadhan dia tidak mau pergi ke mesjid, tidak mau membuka al-Qur’an, dan tidak pula membasahi lidahnya dengan dzikir dan tasbih. Seakan-akan Allah hanya layak disembah pada bulan Ramadhan, sedang pada bulan-bulan lain Dia tidak perlu disemabah.

Barangsiapa yang menyembah bulan Ramadhan, sesungguhnya bulan Ramadhan itu telah mati dan berlalu. Sementara Allah tidak pernah mati dan senantiasa hidup. Diantara ulama salaf ada yang berkata “ seburuk-buruk orang adalah yang tidak mengenal Allah kecuali pada bulan Ramadhan, maka jadilah diri anda seorang Rabbani, dan jangan menjadi Ramadhani”.

Jadilah Rabbani, artinya jadilah anda senantiasa dekat dengan Allah dan bertaqwalah kepada-Nya, dimana pun dan kapan pun. Janganlah menjadi Ramadhani, artinya janganlah anda menghadap Allah hanya bulan Ramadhan saja, setelah itu anda melupakan-Nya dan durhaka kepada-Nya.

الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد.

Hadirin muslimin muslimat yang berbahagia!

Kemudian setelah Ramadhan kita disunnahkan untuk berpuasa enam hari dari bulan Syawal, agar manusia senantiasa berada dalam perjanjian dengan Allah. Keluar dari satu ibadah untuk masuk ke iabadah lainnya. Selesai satu ketaatan dimulai ketaatan lainnya, agar tangannya senantiasa berada di atas tangan Allah. Sabda Rasulallah SAW :

من صام رمضان ثم اتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

“Barangsiapa mengerjakan puasa ramadhan, kemudian menyusulinya dengan puasa enam hari dari Syawal, maka itu seperti puasa setahun penuh”.

Seakan-akan puasa sebulan pada bulan Ramadhan sama dengan puasa sepuluh bulan, dan puasa enam hari pada bulan Syawal sama dengan puasa dua bulan. Satu kebaikan berlipat sepuluh kebaikan yang serupa. Karena itulah seakan-akan dia berpuasa setahun penuh.

Saat ini adalah hari Idul Fithri. Ied yang berarti kembali sedang Fithri artinya kejadian. Jadi Idul Fithri adalah kembali pada kejadian, maksudnya kembali kepada sifat-sifat manusia pada waktu dijadikan. Kalau begitu orang-orang yang sudah melaksanakan puasa akan kembali kepada sifat-sifat aslinya sesuai dengan pada waktu ia dijadikan Allah, tentunya dalam keadaan suci dari dosa. Maka Idul Fithri lebih masyhur diartikan dengan kembali kepada kesucian, dengan sebab itulah hari raya ini dinamakan Idul Fithri.

بارك الله لي ولكم بالآيات والذكر الحكيم وتقبّل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم وقل رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.